Muhammad Asyroful Mujib
Universitas Jember
Carina Nur Indah Lestari
Universitas Jember
Fahmi Arif Kurnianto
Universitas Jember
Sri Astutik
Universitas Jember
Elan Artono Nurdin
Universitas Jember
Keywords: AHP, Air Terjun Watu Ondo, SIG, Wisata Alam, Kesesuaian Lahan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan kawasan Air Terjun Watu Ondo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, sebagai tempat wisata berbasis kondisi fisik wilayah. Kajian ini penting karena pengembangan wisata alam membutuhkan pertimbangan terhadap karakteristik lahan agar pemanfaatannya tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi topografi, curah hujan, jenis tanah, musim kering, dan tutupan lahan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, validasi lapangan, serta analisis spasial berbasis peta. Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa topografi menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kesesuaian lahan dengan bobot 47%, diikuti curah hujan 25%, jenis tanah 13%, musim kering 9%, dan tutupan lahan 5%. Nilai Consistency Ratio sebesar 0,042 menunjukkan bahwa hasil pembobotan memenuhi batas konsistensi dan layak digunakan dalam analisis. Hasil overlay berbobot menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan Air Terjun Watu Ondo termasuk dalam kelas S1 (sangat sesuai) dan S2 (cukup sesuai) untuk pengembangan wisata alam. Kondisi lereng yang relatif landai, dukungan curah hujan, serta keberadaan vegetasi menjadi faktor pendukung utama. Namun, pengelolaan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko erosi, menjaga kualitas lingkungan, dan meningkatkan fasilitas pendukung wisata. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AHP dan SIG efektif digunakan dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk mendukung perencanaan wisata alam yang berkelanjutan.
PUBLISHED
2026-6-30
ISSUE
Vol. 9 No. 1 (2026)
SECTION
Articles
LICENSE
Copyright (c) 2026 Jurnal Majalah Pembelajaran Geografi