Robit Nurul Jamil
Universitas Jember
Fahmi Arif Kurniawan
Universitas Jember
Ahmad Saikhu
Universitas Jember
Keywords: geografi kesejarahan, teknologi epistemik, spatial-turn pedagogy, Historical GIS, deep mapping, spatial reasoning, pedagogi sejarah, critical historical consciousness
Penelitian ini mengkonstruksi ulang ontological status geografi kesejarahan dari posisi sub-discipline marginal menuju epistemic technology yang merekonfigurasi pedagogi sejarah. Berangkat dari disciplinary divide antara sejarah dan geografi yang telah menghasilkan blind spot metodologis dalam pemahaman kondisi historis manusia, tulisan ini mengembangkan konsep spatio-temporal epistemic technology yang mensintesis historical-geographical materialism, trialectics of spatiality (Lefebvre, 1991), dan actor-network theory (Latour, 1987). Metode penelitian mengadopsi mixed methods yang mengintegrasikan analisis dokumen historis-geografis dengan studi kasus pedagogi quasi-eksperimental, menggunakan deep mapping, Historical GIS, dan spatial reasoning exercises. Hasil penelitian mendemonstrasikan bahwa geografi kesejarahan beroperasi melalui empat mekanisme kognitif: mental mapping, spatial inference, embodied cognition, dan metacognitive reflection yang secara synergistic mentransformasi posisi epistemologis siswa dari passive recipient menuju active producer of historical knowledge. Model Implementasi Teknis Pedagogi Spatial-Turn (MIPT-ST) yang diusulkan terdiri dari spatially-enriched curriculum design, technology-mediated spatial inquiry, dan authentic spatial assessment memberikan blueprint operasional bagi reform kurikulum sejarah. Bukti empiris menunjukkan peningkatan signifikan dalam engagement (65% ke 88%), knowledge retention (60% ke 85%), critical thinking, dan historical empathy pada kelompok eksperimen . Kesimpulannya, spatial turn dalam pedagogi sejarah bukan sekadar enhancement teknologis, melainkan epistemological intervention yang mengkultivasi critical historical consciousness mampu mendekonstruksi grand narratives dan membuka counter-memories dalam geographies of the past.
PUBLISHED
2026-6-30
ISSUE
Vol. 9 No. 1 (2026)
SECTION
Articles
LICENSE
Copyright (c) 2026 Jurnal Majalah Pembelajaran Geografi